May 09, 2013

What? Just that? PART 3

Dan itulah cerita singkat dan alasanku mengapa aku memanggil Cody dengan sebutan brengsek. Mungkin seharusnya aku tidak perlu memanggil dia dengan sebutan  itu. Apakah aku cemburu dengan gadis itu? Ah mana mungkin.. Atau ya memang.. Memang aku cemburu dengan gadis itu..

SKIP

---Cody POV---
Aku melihatnya. Aku memandangnya dari kejauhan. Jika aku menyapanya aku yakin pasti dia akan menghiraukanku. Jujur saja aku sangat ingin menyapanya. Tapi nyaliku sepertinya tidak kuat untuk menyapanya terlebih dahulu. Patrizia Missy Veronica.. Ya gadis yang aku sukai sudah sejak lama.

Mungkin kalian bertanya mengapa aku seorang Cody Simpson menyukai Zia. Zia gadis yang sangat membeciku. Walau bagaimana pun aku juga seorang manusia biasa. Aku bisa jatuh cinta. Dan aku juga bisa patah hati. Zia, ya hanya Zia seorang yang sudah membuatku jatuh cinta dan patah hati sekaligus. Bagaimana tidak, aku selalu memandangnya dengan tatapan penuh kasih sayang. Tetapi dia, dia menatapku dengan tatapan dinginnya. Tatapan penuh dengan kebencian.

Tak ada yang tahu jika aku menyukai Zia kecuali satu orang.. Yaitu Alli. Ya Alli Simpson adik perempuanku. Dia tau segalanya. Dia tau bagaimana perasaan aku terhadap Zia dan dia juga tahu gimana perasaan Zia terhadapku.

“Hey Co.. Kenapa kau? Melamun saja.. Haha…” kata Robert sahabat terbaikku.
“Eh.. Tidak Bert. Aku tak apa. Hanya memikirkan suatu hal..”
“Oh ya? Haha apa itu? Ayolah beritahu pada sahabatmu ini…” celoteh Robert dengan nada memaksa.
Saat kami sedang asik berbincang-bincang, ada orang yang menghampiri kami..
“Hey Guys.. Aku sama Zia boleh gabung gak? Udah gak ada tempat lagi ini masalahnya…” ucap Alena sambil membawa sandwich dengan minuman ice tea ditangannya. Dan disebelahnya pun ada…. Ada Zia…
“Hmmm tentu.. Ayo-ayo sini…” kata Robert sambil menyiapkan bangku untuk Alena dan Zia.

Aku memandang Zia. Dan Zia memandangku juga. Mata kita saling bertemu. Aku tersenyum kepadanya. Dia membalas senyumku, ya dia tersenyum. Senyum sinis yang dia berikan kepadaku.

---Zia POV---
Alena mengapa kau mengajakku kesini. Ah aku benci padanya Alena aku benci… Kataku dalam hati. Tapi aku tak mungkin memberitahunya lagi. Pasti dia akan bertanya padaku “kenapa kau membecinya? Apa yang salah dengan Cody Simpson? Walaupun dia sudah famous sekarang, tapi dia masih tetap down to earth Zia.” Pasti kalimat itulah yang akan keluar dari mulut mungil nan manis milik Alena itu.

Dan yang aku bisa lakukan sekarang hanya terdiam. Dan menuruti saja apa yang diingkan sahabatku Alena ini. Aku tidak ingin mengecewakan sahabat-sahabatku.. Alena, Kelly dan Robert.. Walaupun aku membeci Cody tapi aku harus tetap berpura-pura menyukainya di hadapan teman-temanku.

“Hey Zia how are you today?” ucap Cody kepadaku.
“Hey.. Im good. Thanks..” jawabku singkat.
“Hmmm good. Im happy to hear that..”

Seketika hening. Tak ada pembicaraan antara aku dan Cody lagi. Begitu juga dengan Alena dan Robert. Kita semua sibuk dengan makanan yang ada di meja yang tadi sudah kita pesan.

“Hmmm Robert sepertinya kita dipanggil Bu Stewart deh. Tadi Kelly memberitahuku. Hampir saja aku lupa. Hehehe…” suara Alena memecahkan keheningan.
“Oh ya? Kalau begitu let’s go… Aku gamau sampai di marahi sama Bu Stewart gara-gara kita telat…” respon Robert dan langsung pergi bersama Alena meninggalkan aku dengan Cody di kantin.

---Author POV---
Cody dan Zia sama-sama saling memandang. Cody tersenyum kepada Zia. Tetapi seperti biasa Zia langsung membuang muka. Kali ini Cody bertekad untuk menanyakan kepada Zia mengapa Zia membeci dirinya. Awalnya Cody ragu. Dia berfikir berulang kali apakah dia harus menanyakan hal ini atau tidak. Dan akhirnya fix Cody akan bertanya kepada Zia.

“Zia…” ucap Cody dengan nada tegas tetapi lembut juga.
“Hmmm… Ada apa?” sahut Zia sambil menyeruput ice tea kesukaannya.
“Aku ingin menanyakan suatu hal kepadamu..” kata Cody.
“Suatu hal apa? Itu penting tidak? Jika tidak penting aku tidak harus menjawab pertanyaanmu itu kan..?” jawab Zia lagi dengan nada juteknya.
“Mungkin bagimu hal ini tidak penting.. Tapi bagiku hal ini sangat penting Zia..” Cody bicara dengan nada serius. Dan Zia pun berhenti menyeruput ice teanya dan fokus mendengarkan pertanyaan dari Cody.
“Hmmm baiklah.. Apa?” respon Zia.
“Kau....

Hayo apa yang akan di tanyakan Cody ya? Hahaha... Tetap stay tune ya ;)

No comments:

Post a Comment