Dan
itulah cerita singkat dan alasanku mengapa aku memanggil Cody dengan sebutan
brengsek. Mungkin seharusnya aku tidak perlu memanggil dia dengan sebutan itu. Apakah aku cemburu dengan gadis itu? Ah
mana mungkin.. Atau ya memang.. Memang aku cemburu dengan gadis itu..
Hayo apa yang akan di tanyakan Cody ya? Hahaha... Tetap stay tune ya ;)
SKIP
---Cody
POV---
Aku
melihatnya. Aku memandangnya dari kejauhan. Jika aku menyapanya aku yakin pasti
dia akan menghiraukanku. Jujur saja aku sangat ingin menyapanya. Tapi nyaliku
sepertinya tidak kuat untuk menyapanya terlebih dahulu. Patrizia Missy
Veronica.. Ya gadis yang aku sukai sudah sejak lama.
Mungkin
kalian bertanya mengapa aku seorang Cody Simpson menyukai Zia. Zia gadis yang
sangat membeciku. Walau bagaimana pun aku juga seorang manusia biasa. Aku bisa
jatuh cinta. Dan aku juga bisa patah hati. Zia, ya hanya Zia seorang yang sudah
membuatku jatuh cinta dan patah hati sekaligus. Bagaimana tidak, aku selalu
memandangnya dengan tatapan penuh kasih sayang. Tetapi dia, dia menatapku
dengan tatapan dinginnya. Tatapan penuh dengan kebencian.
Tak
ada yang tahu jika aku menyukai Zia kecuali satu orang.. Yaitu Alli. Ya Alli
Simpson adik perempuanku. Dia tau segalanya. Dia tau bagaimana perasaan aku
terhadap Zia dan dia juga tahu gimana perasaan Zia terhadapku.
“Hey
Co.. Kenapa kau? Melamun saja.. Haha…” kata Robert sahabat terbaikku.
“Eh..
Tidak Bert. Aku tak apa. Hanya memikirkan suatu hal..”
“Oh
ya? Haha apa itu? Ayolah beritahu pada sahabatmu ini…” celoteh Robert dengan nada
memaksa.
Saat
kami sedang asik berbincang-bincang, ada orang yang menghampiri kami..
“Hey
Guys.. Aku sama Zia boleh gabung gak? Udah gak ada tempat lagi ini masalahnya…”
ucap Alena sambil membawa sandwich dengan minuman ice tea ditangannya. Dan
disebelahnya pun ada…. Ada Zia…
“Hmmm
tentu.. Ayo-ayo sini…” kata Robert sambil menyiapkan bangku untuk Alena dan
Zia.
Aku
memandang Zia. Dan Zia memandangku juga. Mata kita saling bertemu. Aku
tersenyum kepadanya. Dia membalas senyumku, ya dia tersenyum. Senyum sinis yang
dia berikan kepadaku.
---Zia
POV---
Alena
mengapa kau mengajakku kesini. Ah aku benci padanya Alena aku benci… Kataku
dalam hati. Tapi aku tak mungkin memberitahunya lagi. Pasti dia akan bertanya
padaku “kenapa kau membecinya? Apa yang salah dengan Cody Simpson? Walaupun dia
sudah famous sekarang, tapi dia masih
tetap down to earth Zia.” Pasti
kalimat itulah yang akan keluar dari mulut mungil nan manis milik Alena itu.
Dan
yang aku bisa lakukan sekarang hanya terdiam. Dan menuruti saja apa yang diingkan
sahabatku Alena ini. Aku tidak ingin mengecewakan sahabat-sahabatku.. Alena,
Kelly dan Robert.. Walaupun aku membeci Cody tapi aku harus tetap berpura-pura
menyukainya di hadapan teman-temanku.
“Hey
Zia how are you today?” ucap Cody kepadaku.
“Hey..
Im good. Thanks..” jawabku singkat.
“Hmmm
good. Im happy to hear that..”
Seketika
hening. Tak ada pembicaraan antara aku dan Cody lagi. Begitu juga dengan Alena
dan Robert. Kita semua sibuk dengan makanan yang ada di meja yang tadi sudah
kita pesan.
“Hmmm
Robert sepertinya kita dipanggil Bu Stewart deh. Tadi Kelly memberitahuku.
Hampir saja aku lupa. Hehehe…” suara Alena memecahkan keheningan.
“Oh
ya? Kalau begitu let’s go… Aku gamau sampai di marahi sama Bu Stewart gara-gara
kita telat…” respon Robert dan langsung pergi bersama Alena meninggalkan aku
dengan Cody di kantin.
---Author
POV---
Cody
dan Zia sama-sama saling memandang. Cody tersenyum kepada Zia. Tetapi seperti
biasa Zia langsung membuang muka. Kali ini Cody bertekad untuk menanyakan
kepada Zia mengapa Zia membeci dirinya. Awalnya Cody ragu. Dia berfikir
berulang kali apakah dia harus menanyakan hal ini atau tidak. Dan akhirnya fix
Cody akan bertanya kepada Zia.
“Zia…”
ucap Cody dengan nada tegas tetapi lembut juga.
“Hmmm…
Ada apa?” sahut Zia sambil menyeruput ice tea kesukaannya.
“Aku
ingin menanyakan suatu hal kepadamu..” kata Cody.
“Suatu
hal apa? Itu penting tidak? Jika tidak penting aku tidak harus menjawab
pertanyaanmu itu kan..?” jawab Zia lagi dengan nada juteknya.
“Mungkin
bagimu hal ini tidak penting.. Tapi bagiku hal ini sangat penting Zia..” Cody
bicara dengan nada serius. Dan Zia pun berhenti menyeruput ice teanya dan fokus
mendengarkan pertanyaan dari Cody.
“Hmmm
baiklah.. Apa?” respon Zia.
“Kau....Hayo apa yang akan di tanyakan Cody ya? Hahaha... Tetap stay tune ya ;)
No comments:
Post a Comment