“Aww…”
keluh Zia
“Aduh…”
kata lelaki itu.
“Eciieeee…..”
suara teman-temannya menyoraki Zia dan lelaki itu.
“Hmm
maaf aku tidak seng-aja…” Zia menengok ke arah lelaki itu dan ternyata dia…
“Hey
Coco… Dari mana saja kau? Kau membuatkan ku kesepian dengan meninggalkan ku
dengan gadis-gadis ini…” kata Robert sambil menepuk pundak… Cody…
“Haha…
Im sorry Bert.. Tadi ada urusan sedikit dengan mom…” ucap Cody. “Oh ya Zia kau
tak apa kan?” kata Cody sambil berjalan ke arah Zia.
KRINGGGGGG
bel pun berbunyi…
“Tidak
aku tak apa… Bye Guys aku harus ke kelas sekarang.. See you later~” kata Zia
sambil pergi meninggalkan teman-temannya.
“Cody
kau tak ada problem kan dengan Zia?” tanya Alena dengan melipat tangan di atas
perutnya.
“Hmmm
sepertinya tidak.. Dan aku harap tidak…” kata Cody sambil berjalan meninggalkan
Alena.
SKIP
---Zia
POV---
“Ah
apaan ini.. Kenapa aku harus bertemu dengan dia pagi ini.. Ah shit!!!” kesalku.
Aku
terus berjalan menyusuri koridor-koridor kelas. Di dalam pikiranku masih
terbayang kejadian tadi pagi saat aku bertemu dengan si brengsek itu. Mungkin
kalian bertanya-tanya mengapa aku memanggil Cody Simpson dengan sebutan brengsek?
Ya bagaimana tidak dia telah menyakitiku 2 tahun yang lalu. Saat
tepat di usiaku 14th kejadian menyakitkan itu terjadi.
Cody
Simpson lelaki yang sudah aku sukai saat masih di JHS. Aku menyukainya karena
dia sangat baik kepada semua gadis di sekolah ini. Mulai dari teman sebayanya,
kaka kelas, hingga adik kelas sekalipun. Walaupun dia sudah menjadi artis besar
tapi dia masih tetap down to earth. Itulah
sebabnya mengapa aku sangat menyukainya.
Saat
usiaku genap 14th aku meminta mom untuk mengundang Cody ke acara Birthday Party yang mom buat khusus untuk
ku. Dan aku sangat tidak menyangka jika Cody akan menerima tawaran mom ku untuk
menjadi tamu special di acaraku itu. Aku sangat bahagia.. Sangat-sangat bahagia
Cody akan datang ke pesta ulang tahunku ini.
Malam
pun tiba. Acara party ku sebentar lagi akan dimulai. Aku memakai dress merah
maroon ku dengan high heels berwarna merah maroon juga. Aku sangat berharap
Cody menyukai penampilanku malam ini. Dan akhirnya dia datang. Dia memakai
tuxedo hitam dengan warna merah maroon disaku bajunya. Dan “wow.. Apakah aku
berjodoh dengannya malam ini? Haha..” ucapku dalam hati.
Tetapi
ternyata aku salah. Dia tidak datang sendirian malam ini. Dia datang bersama
seorang gadis cantik di sebelahnya. Rambutnya blonde, panjang dan lurus. Gadis
itu juga manis dan saat dia berjalan di sebelah Cody mereka sangat cocok
sekali. Dan.. dan aku.. aku sangat terpukul melihat kejadian itu. Diakah pacar
Cody? Ya tuhan aku.. Aku… Dan tiba-tiba BRUKKK aku terjatuh. Aku tidak
tersadarkan diri. Aku tertidur.. tapi aku sempat mendengarkan suara “Zia, Zia,
kau kenapa? Bangun Zia bangun..” suara itu menggema ditelingaku sampai akhirnya
aku tidak bisa mendengarkan apa-apalagi.
Ketika
aku terbangun aku sudah berada di rumah sakit. Mom menemaniku. Dia selalu
berada di sampingku. Menjagaku penuh dengan kasih sayang. Dia berkata “Hey
sayang.. Kau sudah bangun? Kau tak apa kan?” ucap mom dengan penuh kasih sayang
kepadaku. Aku menjawab “Yeah mom. Im fine..” ucapku sambil tersenyum kepadanya.
“Mom
senang kau sudah kembali sehat seperti sedia kala.. Semalam mungkin kau terlalu
lelah sayang.. Hingga kau jatuh terkapar tak berdaya..” ucap mom sambil
mengelus-elus kepalaku.
“Iya
mom.. Maafkan aku sudah membuat mom cemas..” suaraku bergetar dan aku
menitihkan air mata.
“Sudahlah
sayang tak apa… Sekarang mom sudah tak cemas lagi.. Kamu harus menjaga
kesehatanmu ya.. Makan dengan teratur dan kamu juga harus banyak beristirahat
kata dokter. Mom tidak ingin kau seperti Dad mu Zia..” ucap mom sambil
menitihkan air mata.
“Im
promise mom.. Aku pasti akan menuruti semua kata-kata mom.. Im promise..”
kataku sambil memeluk mom dengan hangat.
“Mom
Cody.. Co-cody…” tanyaku dengan tergagap.
“Cody?
Oh dia pergi ke Aussie sayang. Dia ada konser hari ini jadi dia langsung pergi
sehabis mengantarmu ke rumah sakit.” kata mom. “Oh ya sayang mom harus ke ruang
administrasi untuk mengurus pembayaran pengobatanmu. Tunggu sebentar ya. I’ll
be back…”
“Yes
mom. Okay.. Im waiting you in here..” jawabku sambil menitihkan air mata. Bukan
karena sedih mom pergi meninggalkanku. Tetapi aku sedih karena Cody pergi
meninggalkanku. Semenjak kejadian itu akupun berjanji.. Aku tidak akan menyukai
siapa-siapa lagi.. Dan akupun menyesal sudah pernah meyukai dia..
Dan
itulah cerita singkat dan alasanku mengapa aku memanggil Cody dengan sebutan
brengsek. Mungkin seharusnya aku tidak perlu memanggil dia dengan sebutan itu. Apakah aku cemburu dengan gadis itu? Ah
mana mungkin.. Atau ya memang.. Memang aku cemburu dengan gadis itu..
No comments:
Post a Comment