May 09, 2013

What? Just that? PART 2

“Aww…” keluh Zia
“Aduh…” kata lelaki itu.
“Eciieeee…..” suara teman-temannya menyoraki Zia dan lelaki itu.
“Hmm maaf aku tidak seng-aja…” Zia menengok ke arah lelaki itu dan ternyata dia…
“Hey Coco… Dari mana saja kau? Kau membuatkan ku kesepian dengan meninggalkan ku dengan gadis-gadis ini…” kata Robert sambil menepuk pundak… Cody…
“Haha… Im sorry Bert.. Tadi ada urusan sedikit dengan mom…” ucap Cody. “Oh ya Zia kau tak apa kan?” kata Cody sambil berjalan ke arah Zia.
KRINGGGGGG bel pun berbunyi…
“Tidak aku tak apa… Bye Guys aku harus ke kelas sekarang.. See you later~” kata Zia sambil pergi meninggalkan teman-temannya.
“Cody kau tak ada problem kan dengan Zia?” tanya Alena dengan melipat tangan di atas perutnya.
“Hmmm sepertinya tidak.. Dan aku harap tidak…” kata Cody sambil berjalan meninggalkan Alena.

SKIP

---Zia POV---
“Ah apaan ini.. Kenapa aku harus bertemu dengan dia pagi ini.. Ah shit!!!” kesalku.
Aku terus berjalan menyusuri koridor-koridor kelas. Di dalam pikiranku masih terbayang kejadian tadi pagi saat aku bertemu dengan si brengsek itu. Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa aku memanggil Cody Simpson dengan sebutan brengsek? Ya bagaimana tidak dia telah menyakitiku 2 tahun yang lalu. Saat tepat di usiaku 14th kejadian menyakitkan itu terjadi.

Cody Simpson lelaki yang sudah aku sukai saat masih di JHS. Aku menyukainya karena dia sangat baik kepada semua gadis di sekolah ini. Mulai dari teman sebayanya, kaka kelas, hingga adik kelas sekalipun. Walaupun dia sudah menjadi artis besar tapi dia masih tetap down to earth. Itulah sebabnya mengapa aku sangat menyukainya.

Saat usiaku genap 14th aku meminta mom untuk mengundang Cody ke acara Birthday Party yang mom buat khusus untuk ku. Dan aku sangat tidak menyangka jika Cody akan menerima tawaran mom ku untuk menjadi tamu special di acaraku itu. Aku sangat bahagia.. Sangat-sangat bahagia Cody akan datang ke pesta ulang tahunku ini.

Malam pun tiba. Acara party ku sebentar lagi akan dimulai. Aku memakai dress merah maroon ku dengan high heels berwarna merah maroon juga. Aku sangat berharap Cody menyukai penampilanku malam ini. Dan akhirnya dia datang. Dia memakai tuxedo hitam dengan warna merah maroon disaku bajunya. Dan “wow.. Apakah aku berjodoh dengannya malam ini? Haha..” ucapku dalam hati.

Tetapi ternyata aku salah. Dia tidak datang sendirian malam ini. Dia datang bersama seorang gadis cantik di sebelahnya. Rambutnya blonde, panjang dan lurus. Gadis itu juga manis dan saat dia berjalan di sebelah Cody mereka sangat cocok sekali. Dan.. dan aku.. aku sangat terpukul melihat kejadian itu. Diakah pacar Cody? Ya tuhan aku.. Aku… Dan tiba-tiba BRUKKK aku terjatuh. Aku tidak tersadarkan diri. Aku tertidur.. tapi aku sempat mendengarkan suara “Zia, Zia, kau kenapa? Bangun Zia bangun..” suara itu menggema ditelingaku sampai akhirnya aku tidak bisa mendengarkan apa-apalagi.

Ketika aku terbangun aku sudah berada di rumah sakit. Mom menemaniku. Dia selalu berada di sampingku. Menjagaku penuh dengan kasih sayang. Dia berkata “Hey sayang.. Kau sudah bangun? Kau tak apa kan?” ucap mom dengan penuh kasih sayang kepadaku. Aku menjawab “Yeah mom. Im fine..” ucapku sambil tersenyum kepadanya.

“Mom senang kau sudah kembali sehat seperti sedia kala.. Semalam mungkin kau terlalu lelah sayang.. Hingga kau jatuh terkapar tak berdaya..” ucap mom sambil mengelus-elus kepalaku.
“Iya mom.. Maafkan aku sudah membuat mom cemas..” suaraku bergetar dan aku menitihkan air mata.
“Sudahlah sayang tak apa… Sekarang mom sudah tak cemas lagi.. Kamu harus menjaga kesehatanmu ya.. Makan dengan teratur dan kamu juga harus banyak beristirahat kata dokter. Mom tidak ingin kau seperti Dad mu Zia..” ucap mom sambil menitihkan air mata.
“Im promise mom.. Aku pasti akan menuruti semua kata-kata mom.. Im promise..” kataku sambil memeluk mom dengan hangat.
“Mom Cody.. Co-cody…” tanyaku dengan tergagap.
“Cody? Oh dia pergi ke Aussie sayang. Dia ada konser hari ini jadi dia langsung pergi sehabis mengantarmu ke rumah sakit.” kata mom. “Oh ya sayang mom harus ke ruang administrasi untuk mengurus pembayaran pengobatanmu. Tunggu sebentar ya. I’ll be back…”
“Yes mom. Okay.. Im waiting you in here..” jawabku sambil menitihkan air mata. Bukan karena sedih mom pergi meninggalkanku. Tetapi aku sedih karena Cody pergi meninggalkanku. Semenjak kejadian itu akupun berjanji.. Aku tidak akan menyukai siapa-siapa lagi.. Dan akupun menyesal sudah pernah meyukai dia..
Dan itulah cerita singkat dan alasanku mengapa aku memanggil Cody dengan sebutan brengsek. Mungkin seharusnya aku tidak perlu memanggil dia dengan sebutan  itu. Apakah aku cemburu dengan gadis itu? Ah mana mungkin.. Atau ya memang.. Memang aku cemburu dengan gadis itu..

No comments:

Post a Comment