January 01, 2013

[HANGUL+ROMANIZATION] FT ISLAND (에프티아일랜드) - I WISH (좋겠어) LYRIC

Artist : FT Island (에프티아일랜드)
Title Track : I Wish (좋겠어)
Album : 4th Album - Five Treasure Box
Type : Regular, Studio
Music Video : Yes
Release Date : 2012.09.10
Genre : Idol, Rock
Company | Publisher : F&C Entertainment | CJ E&M

Lyric (han-geul + romanization) :

너무 예뻐서 네가 탐이나 너무 착해서 네가 탐이나
non nomu yepposo nan nega tamina non nomu chak heso nan nega tamina
웬만한 여자는 쳐다본 없는 내가 이럴까 바보처럼
wenmanhan yojaneun cyodabon jogomneun nega we irolkka babochorom
매일 매일을 너만 떠올려 눈을 감아도 너만 떠올려
meil meireul tto noman tto-ollyo nuneul gamado tto noman tto-ollyo
때마다 심장이 떨려 숨이 막혀
nol bol ttemada nan mak simjangi ttollyo sumi makyo

Baby
나라면 좋겠어 그러면 좋겠어 lonely lonely oh 나의 사랑
Baby naramyon jokesso geuromyon jokesso lonely lonely oh naye sarang
사랑도 나였으면 좋겠어 oh oh oh oh oh oh
ne sarangdo nayosseumyon jokesso oh oh oh oh oh oh
Baby
나라면 좋겠어 그러면 좋겠어 lonely lonely oh 사랑해줘
Baby naramyon jokesso geuromyon jokesso lonely lonely oh saranghejwo
이상은 혼자이긴 싫은데 oh oh oh oh I love you
do isangeun honjaigin sireunde oh oh oh oh I love you

사람 만나도 너만 보이고 딴생각을 해도 너만 보이고
ttan saram mannado nan noman boigo ttansenggageur-hedo nan noman boigo
다른 누굴 봐도 관심조차 내가 이럴까 바보처럼
dareun nugul bwado gwansimjocha an ga nega we irolkka babochorom
사랑인가 한숨도 자고 사랑하나 자꾸만 생각나
sarangin-ga bwa hansumdo mot jago nol saranghana bwa jakkuman senggak na
만날 때면 어린아이처럼 행복해져
nol mannal ttemyon nan orinaichorom hengbokhejyo

Baby
나라면 좋겠어 그러면 좋겠어 lonely lonely oh 나의 사랑
Baby naramyon jokesso geuromyon jokesso lonely lonely oh naye sarang
사랑도 나였으면 좋겠어 oh oh oh oh oh oh
ne sarangdo nayosseumyon jokesso oh oh oh oh oh oh
Baby
나라면 좋겠어 그러면 좋겠어 lonely lonely oh 사랑해줘
Baby naramyon jokesso geuromyon jokesso lonely lonely oh saranghejwo
이상은 혼자이긴 싫은데 oh oh oh I love you
do isangeun honjaigin sireunde oh oh oh I love you

사랑해 Love me 믿어 Believe me 뭐든지 있어 위해 oh oh oh 
saranghe Love me nal mido Believe me mwodeunji hal su isso nol wihe oh oh oh 
특별한 사랑 있나 아무리 찾아도 나만한 사랑 있나 찾아봐도 없을
teukbyor-han sarang inna amuri chajado namanhan sarang inna chajabwado obseul gol
맘이 보이니 맘이 들리니 순애보 같은 사랑을 받아줘 oh
ne mami boini ne mami deullini sunebo gateun ne sarangeul badajwo oh
기다리고 기다리는 내가 있잖아 오직 하나만 사랑해
nol gidarigo gidarineun nega itjana nan ojing-no hanaman saranghe

Baby
너라면 좋겠어 그러면 좋겠어 love me love me oh 나를 봐줘
Baby noramyon jokesso geuromyon jokesso love me love me oh nareul bwajwo
반쪽이 너였으면 좋겠어 oh oh oh oh oh oh 
ne banjjogi noyosseumyon jokesso oh oh oh oh oh oh
Baby
너라면 좋겠어 그러면 좋겠어 love me love me oh 사랑해
Baby noramyon jokesso geuromyon jokesso love me love me oh nol saranghe
아니면 다른 사랑 할래 oh oh oh oh I love you
no animyon dareun sarang an halle oh oh oh oh I love you
나라면 좋겠어 그러면 좋겠어 lonely lonely oh 사랑해줘
naramyon jokesso geuromyon jokesso lonely lonely oh saranghejwo
이상은 혼자이긴 싫은데 oh oh oh oh I love you
do isangeun honjaigin sireunde oh oh oh oh I love you

Credit
Han-geul & Album Information :: 
Daum Music
Simple Romanization :: 
Chokollit
Take Out With Full Credit If You Share/Copy This to Other Blog/Media

Cinta Pada Pandangan Pertama


Oleh: Rizky Ayu Damayanti

Perkenalkan namaku Carissa Kayla Putri, aku biasa dipanggil Carissa. Sekarang aku duduk di bangku kelas 8 SMP. Aku mempunyai 2 orang sahabat, mereka adalah Alya Shafira yang biasa dipanggil Alya dan Tasya Rusiana yang biasa dipanggil Tasya.

            Pagi ini adalah hari pertama aku masuk sekolah setelah libur panjang. Sebenarnya, aku masih ingin berlibur bersama keluarga, namun hari liburku telah usai. Sambil memasukkan perlengkapan sekolah ke dalam tas yang akan aku bawa, terdengar ponselku berbunyi dan ada 1 pesan singkat yaitu dari Tasya. Dia mengabarkan kalau hari ini dia tidak masuk dikarenakan sakit.

            Jam tepat menunjukkan pukul 06.10 WIB, aku pun menuju sekolah dengan sepeda motor yang dikendarai oleh bapakku. Sesampainya di sekolah, aku pun menghampiri Alya dan kami saling bertukar cerita tentang liburan kami masing-masing. Tepat pukul 06.30 WIB bel masuk pun berbunyi, kring... kring... kring... semua murid memasuki kelasnya masing masing. Di ikuti dengan guru-guru salah satunya Ibu Soniya yang memasuki kelasku dengan seorang murid laki-laki yang takku kenal.

            “Selamat pagi bu..” ucap anak murid di kelasku dengan serentak.

            “Selamat pagi anak anak, pagi ini kita kedatangan murid baru, ayo nak perkenalkan dirimu” ucap Bu Soniya kepada anak baru tersebut.

            “Halo teman-teman, namaku Alfin Pratomo, kalian bisa memanggilku Alfin. Aku pindahan dari SMP 166, terima kasih” ucap Alfin dengan penuh semangat.

            “Baiklah anak-anak, ada yang mau bertanya tentang Alfin?” tanya Bu Soniya.

            Satu kelas diam tidak ada yang berbicara.
            “Baiklah Alfin kamu boleh duduk dibangku yang masih kosong disebelah sana” Bu Soniya sambil menunjuk bangku yang ada di sebelah Citra.

            Lalu Alfin pun menuju tempat duduk yang ditunjuk dengan Bu Soniya.
            “Baiklah anak-anak, buka buku matematika kalian halaman 56” ucap Bu Soniya sambil membuka buku matematikanya.

            Waktu pun berlalu, jam tepat menunjukkan pukul 09.00 WIB. Bel istirahat pun berbunyi, kring... kring... kring... semua murid pun keluar kelas dan menuju kantin.

            Lalu Alya pun Menghampiri Carissa yang sedang membereskan buku yang ada di atas mejanya.

            “Car, Tasya kok ngga masuk? Kemana dia?” tanya Alya dengan rasa penasaran.

            “Tasya tadi sms aku, katanya dia sakit.”

            “Kasihan ya Tasya, kantin yuk Car!” ucap Alya sambil mengajak Carissa.

            “Ayo deh, kebetulan aku lapar banget” jawab Carrisa dengan semangat.

            Pada saat mereka menuju kantin, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil mereka sambil memegang bahu Carrisa.

            “Hey, kalian anak kelas 82 kan?” ucap Alfin sambil tersenyum.

            “Iya, kamu anak baru di kelas aku ya?” jawab Carrisa.

            “Iya dong, aku boleh tau nama kalian siapa?” tanya Alfin.

            “Panggil aja aku Carrisa dan ini teman aku Alya” jawab Carrisa.

            “Car, cepet yuk udah mau masuk nih!” ucap Alya sambil menarik tangan Carissa.

            “Iya iya, maaf  ya Fin aku duluan” ucap Carrisa.

            “Iya” jawab Alfin singkat.

            Semenjak aku kenal sama Alfin dia itu orangnya baik, mempunyai wajah yang ganteng, dan yang buat aku deket sama dia karena aku mempunyai hobi yang sama yaitu bela diri. Dan mulai dari situ, aku mempunyai perasaan terhadap Alfin. Aku pun bercerita kepada Alya tentang perasaanku. Keesokan harinya Tasya pun sudah masuk sekolah dan dia terkejut melihat Alfin ada didalam kelasnya karena Alfin adalah teman SD Tasya dan Tasya pun mempunyai perasaan yang sama sepertiku terhadap Alfin.

            ”Kamu Alfin kan?” ucap Tasya dengan rasa penasaran.

            “Iya, kamu Tasya kan?” balas Alfin.

            “Iya, kok kamu bisa disini sih Fin?” tanya Tasya.

            “Iya, aku pindah sekolah kesini. Ternyata kamu juga sekolah disini” ujar Alfin.

            “Hehehe.. iya dong!” jawab Tasya.

            Dan mereka pun saling berbagi cerita. Dengan melihat kejadian itu, Carissa merasa cemburu dengan Tasya karena sejak kedatangan Tasya, Carissa menjadi tidak dekat lagi dengan Alfin. Lalu Tasya menghampiri Carissa yang sedang melamun.

            “Hey Car, ngelamun aja kamu!” ucap Tasya.

            “Eh, ngapain kamu Sya kesini? Tumben ngga sama Alfin?” jawab Carissa dengan jutek.

            “Ya ampun Car, kok kamu jutek banget sih sama aku? Salah aku apa? Atau kamu cemburu ya aku deket sama Alfin?” tanya Tasya dengan nada bercanda.

            “Eh, udah dulu ya Sya. Aku masuk kelas dulu!” jawab Carissa sambil menuju kelasnya.

            Semenjak kejadian itu Carissa menjauh dari Tasya dan Alfin. Keesokannya Alya bertanya kepada Tasya.

            “Tasya.. sini deh!” panggil Alya.

            “Ada apaan sih Al? Tumben manggil aku?” tanya Tasya.

            “Maksud kamu apa deketin Alfin? Kamu suka sama dia? Jahat banget kamu Sya kalau suka sama Alfin!” seru Alya ia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.

            “Emang salah ya? Kalau aku suka sama Alfin?” balas Tasya tak kalah emosi

            “Salah banget! Asal kamu tau aja kalo Carissa tuh suka sama Alfin, dari pertama mereka kenalan. Eh, pas ada kamu mereka jadi ngga deket lagi! Dan itu semua gara-gara kamu Sya!” Alya benar-benar tidak bisa menahan emosinya lagi, nada bicaranya mulai meninggi.

            “Ya aku ngga tau kalo Carissa tuh suka sama Alfin, lagi pula sekarang aku udah ngga suka sama Alfin. Dan Alfin itu sukanya sama Carissa.” Balas Tasya

            “Hah? Serius kamu?” tanya Alya, kini nada bicaranya mulai kembali seperti biasa karena ia sudah mulai bisa menahan emosinya.

            “Ini berita bagus buat Carissa! Tapi, kamu tau dari mana kalo Alfin suka sama Carissa?”

            “Jadi kemaren aku ngungkapin perasaan aku ke Alfin, tapi Alfin bilang dia ngga bisa nerima aku soalnya dia suka sama Carissa” jawab Tasya.

            “Oh, jadi kamu juga suka sama Alfin? Untung aja Alfin ngga suka sama kamu, Sya! Hahaha” Alya tertawa.

“Iya, untung banget Alfin ngga suka sama aku. Selama ini aku deket sama Alfin karena aku pengen bantuin Alfin supaya jadian sama Carissa. Kamu setuju ngga, Al?” tanya Tasya dengan semangat.  

“Aku setuju banget! Gini deh, nanti pas pulang sekolah kamu sama Alfin tunggu di depan taman depan sekolah, ya! Nanti aku kesana sama Carissa. Gimana?” usul Alya.

            “Oke deh, nanti aku bilang sama Alfin” jawab Tasya.

            Bel pun berbunyi, tanda untuk semua murid pulang ke rumah. Lalu Alya pun mengajak Carissa ke taman depan sekolah dan disana sudah ada Alfin dan Tasya.

            “Car, cepet ikut aku ke taman depan sekolah!” ucap Alya sambil menarik tangan Carissa.

            “Eh, tunggu.. kamu mau ngapain kesana? Tumben banget ngajak aku?” tanya Carissa dengan rasa penasaran.

            “Ngga usah banyak omong ya Carissa cantik, ikutin aku aja!”

Sesampainya di taman depan sekolah, Carissa terkejut melihat Alfin dan Tasya yang sedang duduk berduaan.

            “Al, kamu ngapain ngajak gue kesini? Kamu ngga liat apa Alfin sama Tasya lagi berduaan dan aku ngga mau ganggu mereka!” ucap Carissa dengan kesal.

            “Udah deh ah.. ngga usah bawel Car!” jawab Alya

            Alya pun mengampiri Alfin dan Tasya yang sedang duduk di taman depan sekolah. Dan Carissa hanya menunggu di depan taman.

            “Alfin Tasya!” panggil Alya.

            “Eh Alya akhirnya kamu dateng juga, Carissa mana?” tanya Alfin.

            “Udah mending sekarang kamu samperin carissa deh!” jawab Alya.

            Lalu Alfin pun menghampiri Carissa yang sedang bediri sendirian di depan taman.
            “Hey Car, kok kamu sendirian aja?” tanya Alfin.

            “Iya aku cuma nganterin Alya kesini, nah kamu ngapain kesini?” tanya Carissa penasaran

            “Aku mau ngomong sesuatu sama kamu Car!” jawab Alfin dengan rasa berdebar-debar.

            “Ngomong apa Fin? Penting banget ngga? Kalo ngga penting aku males dengernya!” tanya Carissa masih dengan rasa penasarannya.

            “Penting banget Car, ini masalah perasaan aku ke kamu. Aku tuh sebenernya suka sama kamu Car aku sayang sama kamu sejak pandangan pertama, kamu mau ngga jadi pacar aku?” tanya Alfin dengan hati yang berdebar-debar.

            “Hah? kamu serius Fin? kamu ngga lagi bercanda kan?” tanya Carissa dengan rasa tidak percaya.

            “Aku serius Carissa!” jawab Alfin berusaha meyakinkan Carissa.

            “Hmm.. tapi gimana sama Tasya? Bukannya kamu sukanya sama dia? Tanya Carissa.

            “Aku sama Tasya Cuma teman aja kok, gimana kamu mau ngga?” jawab Alfin.

            “Alasan kamu bisa suka sama aku apa?” tanya Carissa dengan hati yang berdebar-debar

            “Aku itu suka sama kamu karena kamu beda dari cewek-cewek yang lain, kamu itu baik, cantik, pengertian dan penyayang. Terus gimana kamu mau ngga?”

            “Hmm.. aku juga sebenernya suka Fin sama kamu aku sayang sama kamu, dan aku mau jadi pacar kamu!” ucap Carissa dengan malu malu.

            Sejak saat itu mereka selalu bersama dalam suka maupun duka, hingga mereka memasuki SMA bahkan kuliah.