May 16, 2013

Ed Sheeran - The A Team

White lips, pale face
Breathing in snowflakes
Burnt lungs, sour taste
Light's gone, day's end
Struggling to pay rent
Long nights, strange men

And they say
She's in the Class A Team
Stuck in her daydream
Been this way since eighteen
But lately her face seems
Slowly sinking, wasting
Crumbling like pastries
And they scream
The worst things in life come free to us
Cause we're just under the upper hand
And go mad for a couple grams
And she don't want to go outside tonight
And in a pipe she flies to the Motherland
Or sells love to another man
It's too cold outside
For angels to fly
Angels to fly

Ripped gloves, raincoat
Tried to swim and stay afloat
Dry house, wet clothes
Loose change, bank notes
Weary-eyed, dry throat
Call girl, no phone

And they say
She's in the Class A Team
Stuck in her daydream
Been this way since eighteen
But lately her face seems
Slowly sinking, wasting
Crumbling like pastries
And they scream
The worst things in life come free to us
Cause we're just under the upper hand
And go mad for a couple grams
And she don't want to go outside tonight
And in a pipe she flies to the Motherland
Or sells love to another man
It's too cold outside
For angels to fly
An angel will die
Covered in white
Closed eye
And hoping for a better life
This time, we'll fade out tonight
Straight down the line

And they say
She's in the Class A Team
Stuck in her daydream
Been this way since eighteen
But lately her face seems
Slowly sinking, wasting
Crumbling like pastries
They scream
The worst things in life come free to us
And we're all under the upper hand
Go mad for a couple grams
And we don't want to go outside tonight
And in a pipe we fly to the Motherland
Or sell love to another man
It's too cold outside
For angels to fly
Angels to fly
To fly, fly
For angels to fly, to fly, to fly
Or angels to die

One Direction - Stole My Heart


(waiting for a girl like you)

[Liam]
 The light shines
It's getting hot on my shoulders
I don't mind,
This time it doesn't matter
Cause your friends,
They look good, but you look better

[Liam]
 Don't you know all night I've been waiting for a girl like you to come around, round, round?

[Harry]
 Under the lights tonight
You turned around, and you stole my heart
With just one look, when I saw your face
I fell in love
It took a minute girl to steal my heart tonight (eh eh eh eh)
With just one look, yeah (eh eh eh eh)
Been waiting for a girl like you

[Liam]
 I'm weaker
My words fall and they hit the ground
Oh life, come on head, don't you fail me now?
I start to say,
"I think I love you", but I make no sound

[Liam]
 You know 'cause all my life, I've been waiting for a girl like you to come around

[Harry]
 Under the lights tonight
You turned around, and you stole my heart
With just one look, when I saw your face
I fell in love
It took a minute girl to steal my heart tonight (eh eh eh eh)
With just one look, yeah (eh eh eh eh)
Been waiting for a girl like you

[Zayn]
 There is no other place that I would rather be
Than right here with you tonight
As we lay on the ground I put my arms around you
And we can stay here tonight
Cause there's so much that I wanna say, I wanna say

[Harry]
 Under the lights tonight
You turned around, and you stole my heart
With just one look, when I saw your face
I fell in love
It took a minute girl to steal my heart

[Harry]
 Under the lights tonight (eh eh eh)
You turned around, and you stole my heart (eh eh eh)
With just one look, when I saw your face (eh eh eh)
I fell in loveIt took a minute girl (eh eh eh) to steal my heart tonight (eh eh eh)

[Harry]
 With just one look, yeah (eh eh eh)
Been waitin' for a girl like you
Been waitin' for a girl like you

May 09, 2013

What? Just that? PART 4

“Kau masih ingat kejadian 2 tahun yang lalu?” perkataan Cody ini membuat Zia terbengong dan seketika Zia flashback kedua tahun yang lalu.
“Ya aku ingat. Masih sangat ingat. Kenapa memangnya?” ucap Zia dengan nada penasaran di tambah kalimat terakhir dengan nada juteknya.
“Malam itu kau memakai dress merah maroon dengan sepatu high heels merah maroon juga bukan?” ucap Cody dengan halus dan dia juga membayangkan  kejadian 2 tahun yang lalu itu.
Zia terdiam. Dia tidak menyangka jika Cody masih mengingat kejadian dua tahun yang lalu itu. Kejadian yang sangat menusuk hati Zia itu terputar lagi di dalam pikiran Zia.
“Ya benar. Aku memakai gaun merah maroon ku malam itu. Dan kau… Kau memakai tuxedo hitam dengan saputangan merah maroon juga di saku bajumu bukan?” kali ini nada Zia tidak seperti biasanya. Dia sangat ramah pada Cody. Dan Cody pun tersenyum simpul mendengar perkataan Zia.
“Haha.. Ya kau benar. Kau masih ingat saat aku datang dan kau langsung terjatuh pingsan?” tanya Cody.
“Hmmm ya aku ingat. Tapi aku tidak ingat kejadian setelah pingsan..” nada Zia kembali seperti biasanya.
“Haha.. Yeah I know Zia.. saat itukan kau sudah pingsan mana mungkin kau ingat kejadian saat aku menggotongmu ke UGD. Dan aku menemanimu selama 2 jam disana. Aku sangat khawatir denganmu Zia. Wajahmu pucat, badanmu juga dingin sekali waktu itu. Sedingin sikapmu padaku saat ini…” ucap Cody dengan nada mengingat kejadian itu dan juga mengungkapkan perasaannya kepada Zia.

Zia terbengong. Dia tak menyangka bahwa Cody masih ingat kejadian 2 tahun yang lalu itu. Dan dia merasa sangat bahagia saat Cody mengantarnya ke rumah sakit dan menemani Zia selama 2 jam. Tetapi Zia teringat akan perempuan waktu itu…

“Oh ya? Wow aku tak menyangka jika kau menemaniku selama 2 jam waktu itu.” ucap Zia.
“Haha.. Aku menunggumu Zia. Aku kira kau akan sadar. Tetapi dugaanku salah. Kau tidak kunjung sadar juga. Hingga aku putuskan terbang ke Aussie untuk M&G disana…” balas Cody dengan nada penuh penyesalan.

---Zia POV---
Aku terdiam. Tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulutku ini. Cody benarkah itu? Maafkan aku Cody selama ini aku berfikir bahwa kau orang yang angkuh dan tidak memperdulikan orang lain. Baiklah aku akan mengakhiri semua ini. Aku akan memulai semuanya dari awal lagi Cody.

“Cody…” ucapku lirih.
“Ya. Ada apa Zia?” sahut Cody.
“A-aku.. A-aku…” ucapku tergagap.
“Kenapa Zia? Ada apa? Apa kau sakit?” jawab Cody sambil menyentuh keningku.
“Oh tidak, aku sehat.. Aku aku hanya ingin mengatakan—“
“Cody…… Hey Cody…..”

Belum sempat aku melanjutkan perkataanku ada seseorang yang memanggil Cody. Aku dan Cody pun melihat ke sumber suara itu. Dan alangkah kagetnya aku ternyata dia—
Dia adalah perempuan yang aku lihat 2 tahun lalu bersama Cody malam itu. Dan saat ini dia berada tepat di hadapanku. Dia berjalan menghampiriku dan Cody. Ya dia masih tetap cantik. Tapi entah kenapa aku merasakan sesak, sesak seperti 2 tahun yang lalu saat aku melihat mereka berjalan bersama pada malam ulang tahunku.

“Ally, hey!! Apa kabar kamu? Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu mau kesini hah?” ucap Cody sambil memeluk perempuan itu.
Aku tercengang. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. A-aku, a-aku. BRAAKKKKK!!!!!! Aku menggebrak meja kantin sekolahku ini. Dan itu membuat Cody dan perempuan itu kaget, dan langsung berbalik memandangku.
“A-ada apa Zia?” ucap Cody sambil terbata-bata. Perempuan di sebelahnya itu hanya memandang ke arahku dan dari tatapannya aku membaca ia seolah-olah ingin mencoba membunuhku.
“Maaf telah menggangu kalian. Tapi sepertinya aku harus pergi. Cody aku harus menyusul Alena. Thanks, sudah mau menemaniku istirahat.” ucapku sambil beranjak meninggalkan mereka.
“Oh baiklah. Apa perlu aku antar untuk mencari Alena?” suara Cody agak besar karena aku telah meninggalkannya.
“Ahh engga tak perlu. Aku bisa sendiri. Daah..” jawabku sambil melambaikan tangan.

Yah Zia marah :( Bagaimana kelanjutannya? Stay tune aja yaa ;Dv

What? Just that? PART 3

Dan itulah cerita singkat dan alasanku mengapa aku memanggil Cody dengan sebutan brengsek. Mungkin seharusnya aku tidak perlu memanggil dia dengan sebutan  itu. Apakah aku cemburu dengan gadis itu? Ah mana mungkin.. Atau ya memang.. Memang aku cemburu dengan gadis itu..

SKIP

---Cody POV---
Aku melihatnya. Aku memandangnya dari kejauhan. Jika aku menyapanya aku yakin pasti dia akan menghiraukanku. Jujur saja aku sangat ingin menyapanya. Tapi nyaliku sepertinya tidak kuat untuk menyapanya terlebih dahulu. Patrizia Missy Veronica.. Ya gadis yang aku sukai sudah sejak lama.

Mungkin kalian bertanya mengapa aku seorang Cody Simpson menyukai Zia. Zia gadis yang sangat membeciku. Walau bagaimana pun aku juga seorang manusia biasa. Aku bisa jatuh cinta. Dan aku juga bisa patah hati. Zia, ya hanya Zia seorang yang sudah membuatku jatuh cinta dan patah hati sekaligus. Bagaimana tidak, aku selalu memandangnya dengan tatapan penuh kasih sayang. Tetapi dia, dia menatapku dengan tatapan dinginnya. Tatapan penuh dengan kebencian.

Tak ada yang tahu jika aku menyukai Zia kecuali satu orang.. Yaitu Alli. Ya Alli Simpson adik perempuanku. Dia tau segalanya. Dia tau bagaimana perasaan aku terhadap Zia dan dia juga tahu gimana perasaan Zia terhadapku.

“Hey Co.. Kenapa kau? Melamun saja.. Haha…” kata Robert sahabat terbaikku.
“Eh.. Tidak Bert. Aku tak apa. Hanya memikirkan suatu hal..”
“Oh ya? Haha apa itu? Ayolah beritahu pada sahabatmu ini…” celoteh Robert dengan nada memaksa.
Saat kami sedang asik berbincang-bincang, ada orang yang menghampiri kami..
“Hey Guys.. Aku sama Zia boleh gabung gak? Udah gak ada tempat lagi ini masalahnya…” ucap Alena sambil membawa sandwich dengan minuman ice tea ditangannya. Dan disebelahnya pun ada…. Ada Zia…
“Hmmm tentu.. Ayo-ayo sini…” kata Robert sambil menyiapkan bangku untuk Alena dan Zia.

Aku memandang Zia. Dan Zia memandangku juga. Mata kita saling bertemu. Aku tersenyum kepadanya. Dia membalas senyumku, ya dia tersenyum. Senyum sinis yang dia berikan kepadaku.

---Zia POV---
Alena mengapa kau mengajakku kesini. Ah aku benci padanya Alena aku benci… Kataku dalam hati. Tapi aku tak mungkin memberitahunya lagi. Pasti dia akan bertanya padaku “kenapa kau membecinya? Apa yang salah dengan Cody Simpson? Walaupun dia sudah famous sekarang, tapi dia masih tetap down to earth Zia.” Pasti kalimat itulah yang akan keluar dari mulut mungil nan manis milik Alena itu.

Dan yang aku bisa lakukan sekarang hanya terdiam. Dan menuruti saja apa yang diingkan sahabatku Alena ini. Aku tidak ingin mengecewakan sahabat-sahabatku.. Alena, Kelly dan Robert.. Walaupun aku membeci Cody tapi aku harus tetap berpura-pura menyukainya di hadapan teman-temanku.

“Hey Zia how are you today?” ucap Cody kepadaku.
“Hey.. Im good. Thanks..” jawabku singkat.
“Hmmm good. Im happy to hear that..”

Seketika hening. Tak ada pembicaraan antara aku dan Cody lagi. Begitu juga dengan Alena dan Robert. Kita semua sibuk dengan makanan yang ada di meja yang tadi sudah kita pesan.

“Hmmm Robert sepertinya kita dipanggil Bu Stewart deh. Tadi Kelly memberitahuku. Hampir saja aku lupa. Hehehe…” suara Alena memecahkan keheningan.
“Oh ya? Kalau begitu let’s go… Aku gamau sampai di marahi sama Bu Stewart gara-gara kita telat…” respon Robert dan langsung pergi bersama Alena meninggalkan aku dengan Cody di kantin.

---Author POV---
Cody dan Zia sama-sama saling memandang. Cody tersenyum kepada Zia. Tetapi seperti biasa Zia langsung membuang muka. Kali ini Cody bertekad untuk menanyakan kepada Zia mengapa Zia membeci dirinya. Awalnya Cody ragu. Dia berfikir berulang kali apakah dia harus menanyakan hal ini atau tidak. Dan akhirnya fix Cody akan bertanya kepada Zia.

“Zia…” ucap Cody dengan nada tegas tetapi lembut juga.
“Hmmm… Ada apa?” sahut Zia sambil menyeruput ice tea kesukaannya.
“Aku ingin menanyakan suatu hal kepadamu..” kata Cody.
“Suatu hal apa? Itu penting tidak? Jika tidak penting aku tidak harus menjawab pertanyaanmu itu kan..?” jawab Zia lagi dengan nada juteknya.
“Mungkin bagimu hal ini tidak penting.. Tapi bagiku hal ini sangat penting Zia..” Cody bicara dengan nada serius. Dan Zia pun berhenti menyeruput ice teanya dan fokus mendengarkan pertanyaan dari Cody.
“Hmmm baiklah.. Apa?” respon Zia.
“Kau....

Hayo apa yang akan di tanyakan Cody ya? Hahaha... Tetap stay tune ya ;)

What? Just that? PART 2

“Aww…” keluh Zia
“Aduh…” kata lelaki itu.
“Eciieeee…..” suara teman-temannya menyoraki Zia dan lelaki itu.
“Hmm maaf aku tidak seng-aja…” Zia menengok ke arah lelaki itu dan ternyata dia…
“Hey Coco… Dari mana saja kau? Kau membuatkan ku kesepian dengan meninggalkan ku dengan gadis-gadis ini…” kata Robert sambil menepuk pundak… Cody…
“Haha… Im sorry Bert.. Tadi ada urusan sedikit dengan mom…” ucap Cody. “Oh ya Zia kau tak apa kan?” kata Cody sambil berjalan ke arah Zia.
KRINGGGGGG bel pun berbunyi…
“Tidak aku tak apa… Bye Guys aku harus ke kelas sekarang.. See you later~” kata Zia sambil pergi meninggalkan teman-temannya.
“Cody kau tak ada problem kan dengan Zia?” tanya Alena dengan melipat tangan di atas perutnya.
“Hmmm sepertinya tidak.. Dan aku harap tidak…” kata Cody sambil berjalan meninggalkan Alena.

SKIP

---Zia POV---
“Ah apaan ini.. Kenapa aku harus bertemu dengan dia pagi ini.. Ah shit!!!” kesalku.
Aku terus berjalan menyusuri koridor-koridor kelas. Di dalam pikiranku masih terbayang kejadian tadi pagi saat aku bertemu dengan si brengsek itu. Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa aku memanggil Cody Simpson dengan sebutan brengsek? Ya bagaimana tidak dia telah menyakitiku 2 tahun yang lalu. Saat tepat di usiaku 14th kejadian menyakitkan itu terjadi.

Cody Simpson lelaki yang sudah aku sukai saat masih di JHS. Aku menyukainya karena dia sangat baik kepada semua gadis di sekolah ini. Mulai dari teman sebayanya, kaka kelas, hingga adik kelas sekalipun. Walaupun dia sudah menjadi artis besar tapi dia masih tetap down to earth. Itulah sebabnya mengapa aku sangat menyukainya.

Saat usiaku genap 14th aku meminta mom untuk mengundang Cody ke acara Birthday Party yang mom buat khusus untuk ku. Dan aku sangat tidak menyangka jika Cody akan menerima tawaran mom ku untuk menjadi tamu special di acaraku itu. Aku sangat bahagia.. Sangat-sangat bahagia Cody akan datang ke pesta ulang tahunku ini.

Malam pun tiba. Acara party ku sebentar lagi akan dimulai. Aku memakai dress merah maroon ku dengan high heels berwarna merah maroon juga. Aku sangat berharap Cody menyukai penampilanku malam ini. Dan akhirnya dia datang. Dia memakai tuxedo hitam dengan warna merah maroon disaku bajunya. Dan “wow.. Apakah aku berjodoh dengannya malam ini? Haha..” ucapku dalam hati.

Tetapi ternyata aku salah. Dia tidak datang sendirian malam ini. Dia datang bersama seorang gadis cantik di sebelahnya. Rambutnya blonde, panjang dan lurus. Gadis itu juga manis dan saat dia berjalan di sebelah Cody mereka sangat cocok sekali. Dan.. dan aku.. aku sangat terpukul melihat kejadian itu. Diakah pacar Cody? Ya tuhan aku.. Aku… Dan tiba-tiba BRUKKK aku terjatuh. Aku tidak tersadarkan diri. Aku tertidur.. tapi aku sempat mendengarkan suara “Zia, Zia, kau kenapa? Bangun Zia bangun..” suara itu menggema ditelingaku sampai akhirnya aku tidak bisa mendengarkan apa-apalagi.

Ketika aku terbangun aku sudah berada di rumah sakit. Mom menemaniku. Dia selalu berada di sampingku. Menjagaku penuh dengan kasih sayang. Dia berkata “Hey sayang.. Kau sudah bangun? Kau tak apa kan?” ucap mom dengan penuh kasih sayang kepadaku. Aku menjawab “Yeah mom. Im fine..” ucapku sambil tersenyum kepadanya.

“Mom senang kau sudah kembali sehat seperti sedia kala.. Semalam mungkin kau terlalu lelah sayang.. Hingga kau jatuh terkapar tak berdaya..” ucap mom sambil mengelus-elus kepalaku.
“Iya mom.. Maafkan aku sudah membuat mom cemas..” suaraku bergetar dan aku menitihkan air mata.
“Sudahlah sayang tak apa… Sekarang mom sudah tak cemas lagi.. Kamu harus menjaga kesehatanmu ya.. Makan dengan teratur dan kamu juga harus banyak beristirahat kata dokter. Mom tidak ingin kau seperti Dad mu Zia..” ucap mom sambil menitihkan air mata.
“Im promise mom.. Aku pasti akan menuruti semua kata-kata mom.. Im promise..” kataku sambil memeluk mom dengan hangat.
“Mom Cody.. Co-cody…” tanyaku dengan tergagap.
“Cody? Oh dia pergi ke Aussie sayang. Dia ada konser hari ini jadi dia langsung pergi sehabis mengantarmu ke rumah sakit.” kata mom. “Oh ya sayang mom harus ke ruang administrasi untuk mengurus pembayaran pengobatanmu. Tunggu sebentar ya. I’ll be back…”
“Yes mom. Okay.. Im waiting you in here..” jawabku sambil menitihkan air mata. Bukan karena sedih mom pergi meninggalkanku. Tetapi aku sedih karena Cody pergi meninggalkanku. Semenjak kejadian itu akupun berjanji.. Aku tidak akan menyukai siapa-siapa lagi.. Dan akupun menyesal sudah pernah meyukai dia..
Dan itulah cerita singkat dan alasanku mengapa aku memanggil Cody dengan sebutan brengsek. Mungkin seharusnya aku tidak perlu memanggil dia dengan sebutan  itu. Apakah aku cemburu dengan gadis itu? Ah mana mungkin.. Atau ya memang.. Memang aku cemburu dengan gadis itu..

What? Just that? PART 1

What? Just that? PART 1

********************
---Author POV---
“Wake up Zia… Wake up” suara mom menggema di telinga Zia.
“Yes mom.. Yess…” suara Zia parau karena ia masih mengantuk.
Patrizia Missy Veronica. Ya gadis 16th yang cantik, ramah dan pintar. Dia lebih senang dipanggil Zia. Dan sekarang adalah hari Senin.. Bagi Zia Monday itu adalah Monster Day.. Walaupun Zia itu sangat pintar dan cerdas, tetapi ada kalanya dia malas jika berangkat ke sekolah..

SKIP

“Morning mom…” sapa Zia kepada mom nya.
“Morning too sweetheart.. Kau pasti tidur terlalu malam ya. Sampai mom mu ini harus membangunkanmu..” kata mom panjang lebar kepada Zia.
“Hmmm may-bee…” jawab singkat Zia dengan vokalnya yang manja.
DREETT, DREETT handphone Zia bergetar.
“Mom aku berangkat dulu ya.. Aku sudah di tunggu sama Alena mom.. Bye mom.. I Love You..(muachh)” ciuman Zia mendarat di pipi mom nya.
“Hmmm baiklah sayang. Hati-hati ya.. Jika sudah pulang cepat pulang. Jangan main-main…” teriak mom kepada Zia karena Zia udah ngibrit duluan.

SKIP

“Hey Guys… Sorry im late.. Haha…” sapa Zia kepada Alena dkk.
“Huh dasar kau Zia lama sekali.. Kita semua capek nungguin kamu dari tadi -__-“ kata Kelly.
“Haha maaf-maaf.. Kau tau kan kalo aku.. itu….” Zia memberi kode kepada teman-temannya.
“Hmmm yayaya sudah-sudah… Ayo kita jalan. Kita nyaris terlambat ini!!” seru Alena kepada Zia dkk.
“Sip.. Okay.. Let’s Go…!!!” seru Zia dengan penuh semangat.
“Zia Cody mana?” tanya Alena dan tiba-tiba Zia menghentikan langkahnya.

“Co-Cody…” jawab Zia dengan terbata-bata
“Iyalah Cody siapa lagi--?” tanya Alena.
“Hmmm dia…” belum sempat Zia melanjutkan bicara tiba-tiba…
“Zia… Zia…” terdengar suara lelaki yang tidak asing lagi di telinga Zia.
“Wah, wah pucuk di cinta ulam pun tiba…” kata Robert sambil melihat ke arah suara itu.
“Hah? Pucuk di cinta ulam pun….tiba.” Zia menengok ke arah suara itu dan..

BRUUKKK

Nahlo, kira-kira itu siapa ya? Mau tau? Aku akan post selanjutnya ;)
Tapi nanti dulu ya >.<

Surat dari Justin Bieber untuk semua Beliebers :')

Dear Belieber.


I grew up, I know. I'm not the same boy, I know. But don't tell that I don't love you that I don't live for you . maybe I have a girlfriend, but I'll be always with you. One day I'll get married and when I leave the church, a lot of girl will be crying and looking at me with their red eyes. I'll look next to me and I'll see my wife. I want to leave her for a second to go hug them, but I can't. I just hope that you know that I love you, and I'll love you forever. You are those that made me be who I am.

More then once I forgot to mention you, but maybe it was only because I was nervous, all these things are new for me from the street to wining loads of awards. The only thing thing I can do is say thank you by a letter. I always thought I will have you forever until somebody told me that nothing lasts forever. And I realized that it's talking about my fans, my girls, my beliebers. They will get married and they will have a kids. A lot of girls will call their kids Justin. I find exciting. How many Justins will be in the world because of me? it's impossible that the time stops. I want them for me and only for me, but this can't happen. A lot of people made fun about me because I sang on the streets, a lot of people looked down on me for not having money.  But I don't hate them, I feel sorry about them because they'll never know the meaning of suffer for your parents, or your mom.


I only hope you'll never leave me. Because maybe I'm the richest man, but without you I'm anybody I'll be another guy who used to sing on the street, the boy who used to cry at night for not be like others. But this time, I'll be cry for them. Because I've lost them each girl means the world for me. Because without you, I won't be Justin Bieber, for you I'm Justin, your Justin though. This boy who take photos funny face to make them smile. I know, I will grow up. But I will be a baby for my beliebers.
If you'r the beliebers and reading this you deserve all the love. Maybe I've never demonstrated but, you know what? I LOVE YOU. And yeah, I'm your husband, Pattie is your mother in law, and Jazzy & Jaxon is you sister and brother in law. Do you know what more I know? Justin Bieber, the humble guys who used to sing at Avon Theater stairs loves you and only you. Love, if you'r crying for any reason don't cry be strong because I;m still the boy who sang on the street to have a coin to help his family to show them that I COULD fulfill my dream. And what happened? it came true. because anything is possible. The boy who's writing this love you, really. Maybe you think this a stupid latter (maybe it is) because I'm the boy who sang on the street the difference is that know I sing in stadiums, and now I see a lot of fan crying for me and get desperate to be my OLLG. Never give up, cause one day when you least expect it, you'll be her, cause everything is possible.

I'd continue to write this latter for years for show you that I love you. But I think I couldn't longer.  because I have to continue with my life like you beautiful. if you think thath Justin Bieber has changed, NO. I have never changed. I'm still this humble person that prayed to have a home. I have only a grew up. Lots of love for all of you beliebers.
Justin Bieber