What? Just that?
PART 1
“Co-Cody…”
jawab Zia dengan terbata-bata
“Iyalah Cody siapa lagi--?” tanya Alena.
“Hmmm dia…” belum sempat Zia melanjutkan bicara tiba-tiba…
“Zia… Zia…” terdengar suara lelaki yang tidak asing lagi di telinga Zia.
“Wah, wah pucuk di cinta ulam pun tiba…” kata Robert sambil melihat ke arah suara itu.
“Hah? Pucuk di cinta ulam pun….tiba.” Zia menengok ke arah suara itu dan..
BRUUKKK
Nahlo, kira-kira itu siapa ya? Mau tau? Aku akan post selanjutnya ;)
Tapi nanti dulu ya >.<
********************
---Author
POV---
“Wake
up Zia… Wake up” suara mom menggema di telinga Zia.
“Yes
mom.. Yess…” suara Zia parau karena ia masih mengantuk.
Patrizia
Missy Veronica. Ya gadis 16th yang cantik, ramah dan pintar. Dia
lebih senang dipanggil Zia. Dan sekarang adalah hari Senin.. Bagi Zia Monday
itu adalah Monster Day.. Walaupun Zia itu sangat pintar dan cerdas, tetapi ada
kalanya dia malas jika berangkat ke sekolah..
SKIP
“Morning
mom…” sapa Zia kepada mom nya.
“Morning
too sweetheart.. Kau pasti tidur terlalu malam ya. Sampai mom mu ini harus
membangunkanmu..” kata mom panjang lebar kepada Zia.
“Hmmm
may-bee…” jawab singkat Zia dengan vokalnya yang manja.
DREETT,
DREETT handphone Zia bergetar.
“Mom
aku berangkat dulu ya.. Aku sudah di tunggu sama Alena mom.. Bye mom.. I Love
You..(muachh)” ciuman Zia mendarat di pipi mom nya.
“Hmmm
baiklah sayang. Hati-hati ya.. Jika sudah pulang cepat pulang. Jangan
main-main…” teriak mom kepada Zia karena Zia udah ngibrit duluan.
SKIP
“Hey
Guys… Sorry im late.. Haha…” sapa Zia kepada Alena dkk.
“Huh
dasar kau Zia lama sekali.. Kita semua capek nungguin kamu dari tadi -__-“ kata
Kelly.
“Haha
maaf-maaf.. Kau tau kan kalo aku.. itu….” Zia memberi kode kepada
teman-temannya.
“Hmmm
yayaya sudah-sudah… Ayo kita jalan. Kita nyaris terlambat ini!!” seru Alena
kepada Zia dkk.
“Sip..
Okay.. Let’s Go…!!!” seru Zia dengan penuh semangat.
“Zia
Cody mana?” tanya Alena dan tiba-tiba Zia menghentikan langkahnya.
“Iyalah Cody siapa lagi--?” tanya Alena.
“Hmmm dia…” belum sempat Zia melanjutkan bicara tiba-tiba…
“Zia… Zia…” terdengar suara lelaki yang tidak asing lagi di telinga Zia.
“Wah, wah pucuk di cinta ulam pun tiba…” kata Robert sambil melihat ke arah suara itu.
“Hah? Pucuk di cinta ulam pun….tiba.” Zia menengok ke arah suara itu dan..
BRUUKKK
Nahlo, kira-kira itu siapa ya? Mau tau? Aku akan post selanjutnya ;)
Tapi nanti dulu ya >.<
No comments:
Post a Comment