Hey, perkenalkan namaku Alicia Missy Veronica. Aku
sudah kelas 9 Sekolah Menengah Pertama sekarang. Yup, hari ini saatnya aku bersekolah setelah dua
minggu libur panjang. Nilai raporku untungnya tidak terlalu jelek. Jadi Papa
mengajakku liburan ke Solo, ke kampung halamanku.
Ya sekarang hari Senin dan ini saatnya aku berangkat
ke sekolah. Jujur aku sangat ingin liburan lagi, tapi waktu liburanku telah
usai. Dan aku sudah rindu sekali dengan sahabatku. Dan juga dia. Dia orang yang
aku sayang….
***
“Hei Al…” sapa Caitlin sahabat terbaikku.
Ya Caitlin Natasya Putri. Aku biasa memanggilnya Cat.
Haha, ya karena dia suka sekali dengan kucing.
“Hei juga Cat.” jawabku datar.
“Ya ampun Al kamu kenapa? Ini hari pertama kita masuk
sekolah loh. Dan kau tau kan kita udah kelas 9 sekarang. YEAY!!!!!” seru Cat
dengan girangnya.
“Yayaya, aku tau Cat.” jawabku lagi dengan ekspresi
yang masih saja datar.
“Oh ayolah Al, aku tau kamu masih ingin liburan kan?
Tapi itu telah usai Al, sekarang kita nikmati saja hari yang telah menunggu
kita.”
“Hhmmm, baiklah Cat. Terserah apa katamu lah.” jawabku
sambil tersenyum manis.
“Ngomong-ngomong, kamu masuk kelas 9 berapa Al?
Ya ampun aku sampai lupa nanya itu kepadamu. Ahahaha.” Cat tertawa dengan
bahagianya.
“Ahaha ya itu memang sudah kebiasaanmu Cat. 9A. kalo
kamu Cat?”
“Waah Alicia kamu hebat banget. Hhmmm gak salah aku
punya sahabat kaya kamu. Udah cantik, manis, ramah pintar pula. Tapi ada satu
yang aku gak suka… menyebalkan. Hehehe…” puji nya sambil menggodai ku.
“Ah.. Sudahlah Cat hentikan…” kataku sambil pergi
meninggalkan Cat karena aku merasa terhina dia bilang aku nyebelin.
BRUK!!! Auu… Aku menabrak seseorang dan keningku
terasa sakit. Aduh sakit sekali. Ternyata itu Rafi Andhika Putra ketua tim
basket sekolah kami. Dan ya kau tau kan. Hhmmm dia itu orang yang aku sukai
dari pertama kali masuk SMP ini.
“Al kamu gak papa kan?” terdengar suara Cat yang
menghampiriku.
“Oh.. Tidak Cat aku gak papa ko..” kataku sambil menjauh
dari Rafi orang yang baru saja aku tabrak tadi.
Aduh Al kenapa kau bodoh sekali sih. Ini baru hari
pertama kamu sekolah dan kau telah membuat ulah. Aaaa!!!! Seruku dalam hati dan
semoga saja tidak ada orang yang mendengar ucapanku.
“Al kamu gak papa kan? Maaf ya tadi aku tidak sengaja
menabrakmu aku tidak lihat bahwa kau…..” belum selesai Rafi bicara tetapi aku
sudah memotong pembicaraannya.
“Eh tidak Raf, seharusnya aku yang minta maaf. Aku
terlalu ceroboh sampai-sampai aku menabrakmu. Ehehe.. Maaf ya Raf.”
“Hhmmm baiklah itu telah berlalu, lagi pula kau tidak
apakan?” jawabnya lagi sambil memegang keningku yang terkena dagunya tadi.
Seketika mukaku memerah dan jantungku.. jantungku
berdegup kencang. Ya Tuhan kenapa ini?
“A-Aku… Aku gak papa ko Raf. Maaf ya a-aku harus ke
kamar mandi sekarang.” kataku tergagap sambil berlari menuju kamar mandi
wanita.
Dan Cat, ya Cat adalah saksi bisu antara aku dan Rafi
tadi. Aduh aku tidak tau deh apa yang Cat pikirkan tentang kejadian tadi. Aku
gugup sangat gugup. Bayangkan saja orang yang aku suka memperlakukan ku begitu
baik. Dan dia mengkhawatirkan ku. Aku langsung berlari kencang menuju kamar
mandi. Perasaan ku campur aduk antara senang, deg-degan dan tidak
karuan.
“Al, Al tunggu….” suara Cat yang terdengar parau
karena ia mencoba mengejarku.
Aku berhenti. Aku terdiam. Tidak ada satu patah
katapun yang keluar dari bibirku ini.
“Kau kenapa Al? Aduh capek banget tau gak sih aku
ngejar kamu. Serasa lari marathon tau gak..” jawabnya dengan terbata-bata.
“Maaf Cat….” ucapku singkat dan aku jadi merasa lemas.
“Al aku tau ko. Aku tau apa yang tadi kamu rasakan.
Hhmmm itu memang sesuatu yang special bukan? Bayangkan saja Rafi. Rafi ketua
tim basket yang kece badai itu menabrakmu, meminta maaf padamu dan, ohh dia
memegang kepalamu sayang..” kata Cat panjang lebar tiada jeda dan dia memegang
kepalaku persis yang tadi Rafi lakukan.
“Oh please deh Cat. Jangan bicarakan hal itu lagi
padaku. Dan ssttttt jangan katakan pada siapapun. Kau mengerti maksudku bukan?”
balasku lagi dengan senyum sinis.
“Ohahaha, baiklah My Princess Alicia yang ulala cetar
membaha. Ahahaha…..” Cat tertawa lepas dan itu juga membuatku tertawa.
Ya My Princess Alicia, sebutan sayang Cat saat memanggilku.
Kami pun tertawa girang kaya orang gila. Ahaha dan ya memang benar kami adalah
sepasang sahabat yang gila dan gokil. Lawakan kami pun garing. Tetapi anehnya
aku dan Cat itu sering berantem tetapi sehari kemudian kami berteman lagi. Dan
itu menyadarkanku bahwa seorang Caitlin Natasya Putri adalah sahabat terbaikku
yang tidak akan bisa aku lupakan.
***
Hari ini adalah hari keduaku menjadi seorang siswi
kelas 9A di SMPN unggulan Jakarta. Hhmmm masih terekam olehku kejadian hari
kemarin dan tepatnya di 9B kejadian semua itu terjadi. Hufftt, aku tidak bisa
memprediksikan di hari ini akan terjadi hal apalagi. Apakah lebih baik atau
bisa lebih buruk dari hari kemarin. Ya jawabannya akan ada setelah hari ini
usai.
Aku berjalan di sepanjang koridor menuju kelas 9A yang
letaknya lumayan jauh dari tempatku berjalan ini. Jujur aku merasa sedih kenapa
aku harus masuk kelas 9A. Padahal Cat sahabatku ada di 9B.
Cat berkata padaku “Al walaupun kita gak sekelas tapi
kita itu masih bisa bersama Al. Saat istirahat, pulang sekolah dan lain-lain”
itu kata Cat yang menasehatiku. Ya Cat adalah sahabatku. Sahabat terbaikku. Dan
dia bukan hanya sekedar sahabat untukku.
Malah sudah menjadi seperti kakaku sendiri.
“Hei Al, pagi…” terdengar suara cowok yang tidak asing
lagi di telingaku.
“Hei Raf, pagi…” sapaku sambil tersenyum manis
kepadanya.
“Hehe, rajin sekali kau datang tepat waktu pagi ini.”
ledek Rafi dan itu membuatku sedikit kesal.
“Hah, memangnya kenapa? Asal kau tau saja. Aku itu
udah capek dihukum terus pas kelas 8 karena aku datang terlambat terus.”
seketika aku curcol sama Rafi dan aku tidak tau kenapa kata-kata itu terucap begitu
saja dari dalam mulutku.
“Ahaha, itu karena kau sering tidur larut malam Al.”
jawab singkat Rafi atas ocehanku tadi.
“Eh…” kataku terheran-heran. “Kau tau darimana aku
tidur larut malam?” tanyaku dengan penuh rasa penasaran kenapa Rafi bisa tau
semua itu.
“Hhmmm aku melihatmu di timeline Alicia.” jawab Rafi
sambil tersenyum manis kearahku.
Ya tuhan, itu membuatku terbang. Ya bagaimana tidak
pagi ini dia menyapaku, aku mengobrol dengannya dan dia, dia menyebut namaku
Alicia. Wow, ini hari terbaik untukku. Ahaha tapi tunggu. Hei dari mana Rafi
tau aku sering muncul di timeline twitter?
“Hah ko kamu tau sih? Ahaha jangan-jangan kau
penggemar setiaku di twitter ya? Ahaha LOL” ledek ku dan aku berharap Rafi tidak
marah atas ledek kan ku ini. Kalau dia marah, hah habislah sudah harapanku
mengenalnya lebih jauh.
“Hah aku penggemar kammu? Bukannya kau ya yang menjadi
penggemar ku? Ahaha.” Rafi tertawa sinis kepadaku.
Dan deg seketika aku merasa panas dingin. Ya ampun
bagaimana ini. Serasa ada petir yang menyambar kepalaku mendengar ucapan Rafi
tadi. Aku bingung harus berkata apa, tak ada sepatah katapun yang keluar dari
dalam mulutku ini.
“Hei My Princess Alicia, pagi… Pagi juga Raf”
terdengar suara yang memecah keheningan antara aku dan Rafi.
“Hei Caitlin. Pagi… Bagaimana kabarmu hari ini?” sapa
Rafi kepada Caitlin.
Ya ampun, Rafi. Rafi menanyakan kabar sama Caitlin? Hah,
maksudnya apa ini? Kataku dalam hati. Tak tahu kenapa tiba-tiba hatiku, hatiku
terasa sakit mendengar ucapan Rafi itu.
“Hehe, aku baik Raf, Alhamdulillah. Al temani aku
yuk. Aku perlu ngomong sesuatu sama kamu…” kata Cat menghampiriku.
Aku tersenyum kearah Cat dan mengangguk tanda setuju
aku akan menemani dia. Aku melihat kearah Rafi dan dia tersenyum juga. Tapi
bukan tersenyum kepadaku melainkan kepada Caitlin. Aku lihat tatapan matanya.
Dan, ya ampun aku melihat tatapan matanya itu sama seperti dia menatap Shabina.
Ya Shabina adalah orang yang sangat di sayangi Rafi. Tapi dia pindah sekolah ke
luar negeri saat kenaikkan kelas kemarin.
Rafi menatap Caitlin sama saat dia menatap Shabina.
Deg.. Apakah, apakah Rafi punya perasaan dengan sahabatku Cat? Apa yang harus
aku lakukan. Seketika air mataku jatuh walau hanya setitik. Tapi aku segera
menghapus air mataku agar Caitlin dan Rafi tidak tahu bahwa aku sedang
menangis.
***
“Al aku perlu bicara sesuatu padamu.” kata Cat. Dan
kami sedang ada di kamar mandi sekarang.
“Hhmmm ya Cat ada apa…?” jawabku sambil mencuci muka.
Aku tidak mau Caitlin sahabatku melihat air mata penuh sakit ini.
“Al, aku a-aku…”
“Kenapa Cat? Ayo bicaralah. Jangan tergagap gitu dong
ah. Ahaha…” jawabku sambil tertawa tetapi aku juga penasaran apa yang akan
Caitlin katakan.
Caitlin tarik napas dan dia bicara lagi..
“Semalam aku ditembak sama Rafi Al. Tapi sungguh aku
tidak bermaksud menyakitimu dengan mengungkapkan hal ini. Aku, aku juga tidak
tahu Al harus berbuat apa.” suara Caitlin yang terdengar bergetar saat
mengucapkan kata-kata itu. Dan dia, dia menangis…
“Hhmmm sudahlah Cat aku juga sudah tau ko. Ehehe.
Terus apa yang kau katakan pada Rafi?” jawabku tersenyum. Aku mencoba tersenyum
walaupun hatiku ini terasa begitu sakit mendengar ucapannya.
“Aku bilang padanya bahwa Alicia suka padamu Raf.
Sahabatku sahabat terbaikku suka padamu. Kenapa kamu malah suka denganku Raf….”
belum sempat Caitlin melanjutkan bicaranya itu terdengar suara dari luar kamar
mandi.
“Itu karena aku suka padamu Caitlin. Apa aku salah
menyukaimu?”
Aku dan Cat saling berpandangan. Dan kami langsung
membuka pintu kamar mandi untuk keluar melihat siapa yang sedari tadi menguping
pembicaraan kami. Alangkah kagetnya aku ternyata itu Rafi.
“Aku menyukaimu Caitlin. Dan bukan hanya suka,
melainkan aku sayang kepadamu.” ucap Rafi
“Tapi itu tidak mungkin Rafi. Alicia, Alicia
menyukaimu sejak pertama masuk SMP ini. Kenapa kau tidak menyukainya saja!”
terdengar ucapan Caitlin satu oktaf lebih tinggi dari biasanya.
“Ya itu karena aku hanya menganggap Alicia sebagai
temanku. Aku mempunyai perasaan lebih ke kamu Caitlin.” ucap Rafi dengan nada
tinggi juga seperti Caitlin.
JEDAARRRR!!!!! Serasa ada petir yang menyambarku di
pagi hari yang cerah ini. Rafi, kenapa kau tega sekali berkata seperti itu. Aku
menyukaimu Rafi, aku sayang padamu Rafi. Rasanya aku ingin berteriak padanya
tentang perasaanku ini.
Tapi aku harus mengendalikan egoku. Ini situasi
genting antara kami bertiga. Caitlin dan Rafi sedang memanas. Caitlin membelaku
bahwa seharusnya Rafi menyukaiku tapi Rafi berkata bahwa dia hanya menganggapku
teman dan tidak lebih. Aku sedikit kesal sebenarnya tapi, aku tidak boleh
egois.
“Hhmmm Cat sudahlah. Aku tidak apa ko. Rafi menyukaimu
dan dia sangat menyayangimu. Dia selalu bercerita tentangmu Cat. Maaf aku tidak
memberitahumu tentang ini. Karena awalnya aku ingin membuat kejutan. Eh,
ternyata di luar dugaan Rafi telah mengungkap semuanya tanpa memberitahuku.
Ehehe. Ayolah Cat terima Rafi.” ucapku panjang lebar dan itu semua hanya omong
kosong yang aku buat demi melihat mereka bersatu.
“Tapi Al kau kan…” kata Caitlin.
“Ehehe aku udah gak suka sama Rafi. Lagi pula aku
sudah jadian sama Nico. Kau tau Nico kan? Hehe…” ucapku lagi.
“Kamu serius Al? Kenapa kamu gak bilang sama aku kalo
kamu udah jadian sama Nico?”
“Hehe maaf Cat. Tapi aku udah bilang kan sekarang..”
canda ku kepada Cat.
“Ah kau ini….” ucap Cat kesal karena aku tidak
memberitahunya.
“Hhhmmm Cat jadi kita…..” ucap Rafi.
“Jadi kalian itu udah resmi pacaran. Yeay!!!!” ucapku
dengan gembira.
“Ah kau ini Alicia. Jangan begitu aku jadi malu..”
ucap Caitlin dan mukanya memerah.
“Ehehe selamat ya RafCa.. Rafi Caitlin.. Ahaha” kataku
sambil memeluk Caitlin sahabatku.
-THE END-
Cinta yang sebenarnya adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata "aku turut berbahagia untukmu
wahai SAHABATKU"