Oleh: Rizky Ayu Damayanti
Perkenalkan
namaku Carissa Kayla Putri, aku biasa dipanggil Carissa. Sekarang aku duduk di
bangku kelas 8 SMP. Aku mempunyai 2 orang sahabat, mereka adalah Alya Shafira
yang biasa dipanggil Alya dan Tasya Rusiana yang biasa dipanggil Tasya.
Pagi
ini adalah hari pertama aku masuk sekolah setelah libur panjang. Sebenarnya,
aku masih ingin berlibur bersama keluarga, namun hari liburku telah usai.
Sambil memasukkan perlengkapan sekolah ke dalam tas yang akan aku bawa,
terdengar ponselku berbunyi dan ada 1 pesan singkat yaitu dari Tasya. Dia
mengabarkan kalau hari ini dia tidak masuk dikarenakan sakit.
Jam
tepat menunjukkan pukul 06.10 WIB, aku pun menuju sekolah dengan sepeda motor
yang dikendarai oleh bapakku. Sesampainya di sekolah, aku pun menghampiri Alya
dan kami saling bertukar cerita tentang liburan kami masing-masing. Tepat pukul
06.30 WIB bel masuk pun berbunyi, kring... kring... kring... semua murid
memasuki kelasnya masing masing. Di ikuti dengan guru-guru salah satunya Ibu Soniya
yang memasuki kelasku dengan seorang murid laki-laki yang takku kenal.
“Selamat
pagi bu..” ucap anak murid di kelasku dengan serentak.
“Selamat
pagi anak anak, pagi ini kita kedatangan murid baru, ayo nak perkenalkan
dirimu” ucap Bu Soniya kepada anak baru tersebut.
“Halo
teman-teman, namaku Alfin Pratomo, kalian bisa memanggilku Alfin. Aku pindahan
dari SMP 166, terima kasih” ucap Alfin dengan penuh semangat.
“Baiklah
anak-anak, ada yang mau bertanya tentang Alfin?” tanya Bu Soniya.
Satu
kelas diam tidak ada yang berbicara.
“Baiklah
Alfin kamu boleh duduk dibangku yang masih kosong disebelah sana” Bu Soniya
sambil menunjuk bangku yang ada di sebelah Citra.
Lalu
Alfin pun menuju tempat duduk yang ditunjuk dengan Bu Soniya.
“Baiklah
anak-anak, buka buku matematika kalian halaman 56” ucap Bu Soniya sambil
membuka buku matematikanya.
Waktu
pun berlalu, jam tepat menunjukkan pukul 09.00 WIB. Bel istirahat pun berbunyi,
kring... kring... kring... semua murid pun keluar kelas dan menuju kantin.
Lalu
Alya pun Menghampiri Carissa yang sedang membereskan buku yang ada di atas
mejanya.
“Car,
Tasya kok ngga masuk? Kemana dia?” tanya Alya dengan rasa penasaran.
“Tasya
tadi sms aku, katanya dia sakit.”
“Kasihan
ya Tasya, kantin yuk Car!” ucap Alya sambil mengajak Carissa.
“Ayo
deh, kebetulan aku lapar banget” jawab Carrisa dengan semangat.
Pada
saat mereka menuju kantin, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil mereka sambil
memegang bahu Carrisa.
“Hey,
kalian anak kelas 82 kan?” ucap Alfin sambil tersenyum.
“Iya,
kamu anak baru di kelas aku ya?” jawab Carrisa.
“Iya
dong, aku boleh tau nama kalian siapa?” tanya Alfin.
“Panggil
aja aku Carrisa dan ini teman aku Alya” jawab Carrisa.
“Car,
cepet yuk udah mau masuk nih!” ucap Alya sambil menarik tangan Carissa.
“Iya
iya, maaf ya Fin aku duluan” ucap
Carrisa.
“Iya”
jawab Alfin singkat.
Semenjak
aku kenal sama Alfin dia itu orangnya baik, mempunyai wajah yang ganteng, dan
yang buat aku deket sama dia karena aku mempunyai hobi yang sama yaitu bela
diri. Dan mulai dari situ, aku mempunyai perasaan terhadap Alfin. Aku pun bercerita
kepada Alya tentang perasaanku. Keesokan harinya Tasya pun sudah masuk sekolah
dan dia terkejut melihat Alfin ada didalam kelasnya karena Alfin adalah teman
SD Tasya dan Tasya pun mempunyai perasaan yang sama sepertiku terhadap Alfin.
”Kamu
Alfin kan?” ucap Tasya dengan rasa penasaran.
“Iya,
kamu Tasya kan?” balas Alfin.
“Iya,
kok kamu bisa disini sih Fin?” tanya Tasya.
“Iya,
aku pindah sekolah kesini. Ternyata kamu juga sekolah disini” ujar Alfin.
“Hehehe..
iya dong!” jawab Tasya.
Dan
mereka pun saling berbagi cerita. Dengan melihat kejadian itu, Carissa merasa
cemburu dengan Tasya karena sejak kedatangan Tasya, Carissa menjadi tidak dekat
lagi dengan Alfin. Lalu Tasya menghampiri Carissa yang sedang melamun.
“Hey
Car, ngelamun aja kamu!” ucap Tasya.
“Eh,
ngapain kamu Sya kesini? Tumben ngga sama Alfin?” jawab Carissa dengan jutek.
“Ya
ampun Car, kok kamu jutek banget sih sama aku? Salah aku apa? Atau kamu cemburu
ya aku deket sama Alfin?” tanya Tasya dengan nada bercanda.
“Eh,
udah dulu ya Sya. Aku masuk kelas dulu!” jawab Carissa sambil menuju kelasnya.
Semenjak
kejadian itu Carissa menjauh dari Tasya dan Alfin. Keesokannya Alya bertanya
kepada Tasya.
“Tasya..
sini deh!” panggil Alya.
“Ada
apaan sih Al? Tumben manggil aku?” tanya Tasya.
“Maksud
kamu apa deketin Alfin? Kamu suka sama dia? Jahat banget kamu Sya kalau suka
sama Alfin!” seru Alya ia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.
“Emang
salah ya? Kalau aku suka sama Alfin?” balas Tasya tak kalah emosi
“Salah
banget! Asal kamu tau aja kalo Carissa tuh suka sama Alfin, dari pertama mereka
kenalan. Eh, pas ada kamu mereka jadi ngga deket lagi! Dan itu semua gara-gara
kamu Sya!” Alya benar-benar tidak bisa menahan emosinya lagi, nada bicaranya
mulai meninggi.
“Ya
aku ngga tau kalo Carissa tuh suka sama Alfin, lagi pula sekarang aku udah ngga
suka sama Alfin. Dan Alfin itu sukanya sama Carissa.” Balas Tasya
“Hah?
Serius kamu?” tanya Alya, kini nada bicaranya mulai kembali seperti biasa
karena ia sudah mulai bisa menahan emosinya.
“Ini
berita bagus buat Carissa! Tapi, kamu tau dari mana kalo Alfin suka sama
Carissa?”
“Jadi
kemaren aku ngungkapin perasaan aku ke Alfin, tapi Alfin bilang dia ngga bisa
nerima aku soalnya dia suka sama Carissa” jawab Tasya.
“Oh,
jadi kamu juga suka sama Alfin? Untung aja Alfin ngga suka sama kamu, Sya!
Hahaha” Alya tertawa.
“Iya, untung
banget Alfin ngga suka sama aku. Selama ini aku deket sama Alfin karena aku
pengen bantuin Alfin supaya jadian sama Carissa. Kamu setuju ngga, Al?” tanya
Tasya dengan semangat.
“Aku setuju
banget! Gini deh, nanti pas pulang sekolah kamu sama Alfin tunggu di depan
taman depan sekolah, ya! Nanti aku kesana sama Carissa. Gimana?” usul Alya.
“Oke
deh, nanti aku bilang sama Alfin” jawab Tasya.
Bel
pun berbunyi, tanda untuk semua murid pulang ke rumah. Lalu Alya pun mengajak
Carissa ke taman depan sekolah dan disana sudah ada Alfin dan Tasya.
“Car,
cepet ikut aku ke taman depan sekolah!” ucap Alya sambil menarik tangan Carissa.
“Eh,
tunggu.. kamu mau ngapain kesana? Tumben banget ngajak aku?” tanya Carissa dengan
rasa penasaran.
“Ngga
usah banyak omong ya Carissa cantik, ikutin aku aja!”
Sesampainya di
taman depan sekolah, Carissa terkejut melihat Alfin dan Tasya yang sedang duduk
berduaan.
“Al,
kamu ngapain ngajak gue kesini? Kamu ngga liat apa Alfin sama Tasya lagi
berduaan dan aku ngga mau ganggu mereka!” ucap Carissa dengan kesal.
“Udah
deh ah.. ngga usah bawel Car!” jawab Alya
Alya
pun mengampiri Alfin dan Tasya yang sedang duduk di taman depan sekolah. Dan
Carissa hanya menunggu di depan taman.
“Alfin
Tasya!” panggil Alya.
“Eh
Alya akhirnya kamu dateng juga, Carissa mana?” tanya Alfin.
“Udah
mending sekarang kamu samperin carissa deh!” jawab Alya.
Lalu
Alfin pun menghampiri Carissa yang sedang bediri sendirian di depan taman.
“Hey
Car, kok kamu sendirian aja?” tanya Alfin.
“Iya
aku cuma nganterin Alya kesini, nah kamu ngapain kesini?” tanya Carissa
penasaran
“Aku
mau ngomong sesuatu sama kamu Car!” jawab Alfin dengan rasa berdebar-debar.
“Ngomong
apa Fin? Penting banget ngga? Kalo ngga penting aku males dengernya!” tanya Carissa
masih dengan rasa penasarannya.
“Penting
banget Car, ini masalah perasaan aku ke kamu. Aku tuh sebenernya suka sama kamu
Car aku sayang sama kamu sejak pandangan pertama, kamu mau ngga jadi pacar aku?”
tanya Alfin dengan hati yang berdebar-debar.
“Hah?
kamu serius Fin? kamu ngga lagi bercanda kan?” tanya Carissa dengan rasa tidak
percaya.
“Aku
serius Carissa!” jawab Alfin berusaha meyakinkan Carissa.
“Hmm..
tapi gimana sama Tasya? Bukannya kamu sukanya sama dia? Tanya Carissa.
“Aku
sama Tasya Cuma teman aja kok, gimana kamu mau ngga?” jawab Alfin.
“Alasan
kamu bisa suka sama aku apa?” tanya Carissa dengan hati yang berdebar-debar
“Aku
itu suka sama kamu karena kamu beda dari cewek-cewek yang lain, kamu itu baik,
cantik, pengertian dan penyayang. Terus gimana kamu mau ngga?”
“Hmm..
aku juga sebenernya suka Fin sama kamu aku sayang sama kamu, dan aku mau jadi
pacar kamu!” ucap Carissa dengan malu malu.
Sejak
saat itu mereka selalu bersama dalam suka maupun duka, hingga mereka memasuki
SMA bahkan kuliah.
No comments:
Post a Comment